Reinterpretasi Tubuh dan Mef
Tradisi Mef membentuk beberapa bahasan yang berbeda. Orang Maba menyebut Mef sebagai I’pa ce, orang Patani Ta’i pa dan orang Weda Cogo’i pa yang yang semuanya berarti: Bukan Dia.
Tradisi Mef membentuk beberapa bahasan yang berbeda. Orang Maba menyebut Mef sebagai I’pa ce, orang Patani Ta’i pa dan orang Weda Cogo’i pa yang yang semuanya berarti: Bukan Dia.
Jika kita peras RPJMD itu, tampaklah tahun 2026 bukan dirancang sebagai tahun ekspansi pembangunan fisik semata. Tahun ini dirancang sebagai fase memperkuat fondasi agar pembangunan pada tahun-tahun berikutnya memiliki pijakan yang kuat.
Hari ini, Gwo Manei seperti menemukan tubuh barunya. Bisa dalam bentuk kebijakan yang jauh dari rakyat, atau keputusan yang mengabaikan keberlanjutan ruang dan hidup warga. Gwo Manei tidak lagi menakutkan karena wujudnya, tapi cara kerjanya yang lebih diam.
Musik ini mungkin asing bagi sebagian orang Jakarta. Tapi malam itu, kabata terdengar seperti suara tanah adat yang belum selesai diperjuangkan.
Saya hidup dalam ruang dan waktu di mana lalu lintas kehidupan melewati pesisir, tanjung, dan pulau. Justru di sanalah saya merasakan Mabapura, ketika saya berada di sebuah pulau kecil bernama Belemsi.
Pikiran itu membuat saya sedikit gugup, agak canggung. Ada beban sejarah yang diam-diam duduk di samping saya.