PERISAI INGATAN
Jaga Wilayah Hidup Menenun Ingatan Bersama

Pegunungan Wato-Wato dan permukiman di pesisir Teluk Buli

Kampanye berjalan

Jaga Wato-Wato

Pegunungan Wato-Wato adalah sumber air dan ruang hidup warga

Kebakaran hutan dan ancaman tambang membayangi pegunungan yang menjadi infrastruktur ekologis bagi Teluk Buli. Bersama JATAM, kami menyusun kertas kebijakan dan terus mengabarkan kondisi di lapangan.

Fokus Kerja

Riset

Riset partisipatif tentang perubahan sosial–ekologis, tata ruang, dan dampak industri ekstraktif.

Pendidikan Kritis

Ruang belajar bersama warga, berakar pada pengetahuan lokal dan ingatan kolektif.

Advokasi

Mendampingi komunitas mempertahankan wilayah hidupnya melalui kertas kebijakan dan kampanye publik.

Ruang Bertutur

Menghimpun cerita orang biasa sebagai arsip hidup tentang adat, tradisi, dan perubahan.

TULISAN TERBARU

Reinterpretasi Tubuh dan Mef

Tradisi Mef membentuk beberapa bahasan yang berbeda. Orang Maba menyebut Mef sebagai I’pa ce, orang Patani Ta’i pa dan orang Weda Cogo’i pa yang yang semuanya berarti: Bukan Dia.
Baca Selengkapnya
Warga berjalan bersama melintasi jembatan di Buli dengan latar Pegunungan Wato-Wato

Siapa Kami

Salawaku berakar di Teluk Buli, Halmahera Timur, Maluku Utara.

Sejak 2014, melalui Majalah Salawaku, Ruang Bertutur Orang Biasa, kami menghimpun cerita warga sebagai kerja mengingat—mencatat hidup, perubahan, dan ketahanan masyarakat di tanah mereka sendiri.

Kini, Salawaku bekerja sebagai lembaga sosial–ekologis yang melakukan riset, pendidikan kritis, dan advokasi melalui pendampingan yang setara dan bermakna.

Kami belajar bersama warga, merumuskan masalah bersama, dan mencari jalan keluar bersama. Salawaku memilih menjadi Perisai Ingatan, menjaga pengetahuan lokal dan ruang hidup dari lupa dan kerusakan.

Visi

Kami membayangkan komunitas-komunitas kepulauan yang berdaulat atas wilayah hidupnya, tangguh menghadapi perubahan sosial–ekologis, dan sejahtera menurut ukuran warga sendiri.

Upaya ini ditempuh melalui proses belajar bersama yang adil, jujur, dan berakar pada pengetahuan lokal, ingatan kolektif, serta tata kelola hidup yang tumbuh dari dalam komunitas.

Misi

  1. Mendorong ketahanan dan kemandirian komunitas
  2. Menemani komunitas sebagai subjek, bukan objek pembangunan
  3. Membuka ruang dialog yang setara dan non-hierarkis.
  4. Bersama komunitas untuk menafsir ulang adat dan tradisi

Ikut Terlibat

Jaga ingatan, jaga ruang hidup

Berdonasi

Dukungan Anda membantu pendampingan warga, riset lapangan, dan penerbitan cerita dari kampung.

Ikuti Kabar Kami

Dapatkan kabar lapangan dan publikasi terbaru lewat Instagram dan Facebook Salawaku.