Kertas Kebijakan; Menyelamatkan Pegunungan Wato-wato

Oleh Salawaku Red
8 Juli 2026

Pegunungan Wato-Wato bukan sekadar bentang alam di Teluk Buli. Kawasan ini merupakan daerah tangkapan air yang menopang kehidupan ribuan warga, menjaga keseimbangan ekosistem, sekaligus menjadi ruang hidup bagi masyarakat yang bergantung pada pertanian, perikanan, dan sumber daya alam di sekitarnya.

Di tengah ekspansi industri pertambangan nikel di Halmahera Timur, masa depan Pegunungan Wato-Wato menghadapi tekanan yang semakin besar. Persoalan ini tidak hanya menyangkut perlindungan kawasan hutan, tetapi juga berkaitan dengan hak masyarakat atas air bersih, lingkungan hidup yang baik dan sehat, serta arah pembangunan daerah di masa depan.

Melalui kertas kebijakan ini, Salawaku Institute bersama JATAM menyajikan analisis mengenai posisi strategis Pegunungan Wato-Wato sebagai infrastruktur ekologis, persoalan tata ruang, potensi pelanggaran prinsip perlindungan lingkungan hidup, risiko ekologis dan sosial pertambangan, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi ruang hidup mereka.

Dokumen ini disusun sebagai kontribusi bagi pemerintah, pembuat kebijakan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, media, dan masyarakat luas agar perlindungan Pegunungan Wato-Wato ditempatkan sebagai bagian dari kepentingan publik dan pembangunan yang berkeadilan.

Silakan mengunduh dan membaca kertas kebijakan ini melalui tautan PDF di bawah.