Kemerdekaan di Ujung Pesimisme
Yang hadir dalam kenyataan hanyalah apa-apa yang sebelumnya sudah ada di dalam pikiran. Kotornya pikiran para petinggi perusahaan akhirnya mengotori sungai, pesisir, dan lautan.
Yang hadir dalam kenyataan hanyalah apa-apa yang sebelumnya sudah ada di dalam pikiran. Kotornya pikiran para petinggi perusahaan akhirnya mengotori sungai, pesisir, dan lautan.
Tobegu seperti belajar menyenangi untuk terus tersingkir, seakan menyediakan diri untuk itu dan tanpa perlawanan. Sepatu bagus itu seperti penanda: mereka masih akan tersingkir justru dengan cara yang makin mudah dalam raksasa ekonomi pertambangan. “Bapak pasti orang penting! Hanya orang-orang penting yang menemui Tobegu,” kata Sopir Bentor, Buli, 2010. “Ada! sepatunya ada! Tunggu, saya ambil!” … Read more