
Warga berkumpul untuk ‘nonton bareng’ film dokumenter Muram: Masyarakat Adat di Lumbung Nikel. Di ruang sederhana ini, gambar-gambar di layar memantik percakapan tentang tanah, tambang, dan masa depan yang sedang dipertaruhkan.
Melalui kertas kebijakan ini, Salawaku Institute bersama JATAM menyajikan analisis mengenai posisi strategis Pegunungan Wato-Wato sebagai infrastruktur ekologis, persoalan tata ruang, potensi pelanggaran prinsip perlindungan lingkungan hidup, risiko ekologis dan sosial pertambangan, serta pentingnya partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan yang memengaruhi ruang hidup mereka.
Bekas area tambang PT Sambaki Tambang Sentosa (STS) di Gunung Memeli, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, dibiarkan terbuka tanpa pemulihan. Tidak terlihat penanaman ulang maupun pengendalian erosi di kawasan hulu yang langsung menghadap pesisir.—Dokumentasi Salawaku Institute, Januari 2026.



Warga tidak memperoleh informasi yang memadai, tidak diberi ruang setara untuk menyetujui atau menolak rencana ekspansi